Menapaki Jalan Menuju Surga

Sebelumnya saya mengucapkan

MINAL AIDIN WAL FA IDZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Postingan kali buat menyambut lebaran and postingan kali ini tidak mengenai tutorial or tentang tugas dari pak welly, ataupun tentang si alpin yang makin top… postingan kali ini tentang Menapaki Jalan menuju Surga…

Suatu hari seseorang bertanya kepada rosul, “Wahai rosul, apakah saya bisa masuk SURGA jika saya melakukan sholat lima waktu, berpuasa romadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, serta tidak menambah atau mengurangi ajaranmu?”, rosul menjawab, “YA”.

Masuk surga merupakan visi hidup jangka panjang setiap muslim. Tiada permohonan yang terungkap dari lubuk dan ucapan setiap muslim selain bisa merasakan nikmat surgawi di akhirat kelak. Rosululloh memberikan sinyal, masuk surga bukanlah sesuatu yang mustahil. Semua orang bisa masuk surga, asalkan ia berpegang teguh di atas jalan yang digariskan Alloh dan rosulnya.

Ada banyak kunci yang perlu kita pahami dan amalkan, sebagai syarat meraih kenikmatan surgawi tersebut. Tiga diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mengejawantahkan Islam sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam

Tujuan utama diturunkannya agama islam ialah memberi rahmat bagi seluruh alam beserta isinya. Ajarannya sedemikian rupa di-design oleh sang creator sesuai dengan fitrah manusia. Islam memberikan haluan berupa perintah dan larangan yang harus ditaati dalam segala aspek kehidupan.

Perintah dan larangan ini haruslah dilakukan dengan tegas dan konsistem. Jangan menghalalkan segala yang diharamkan, dan jangan pula mengharamkan atas segala yang dihalalkan. Rosululloh pernah didatangi tiga pemuda yang berikrar mengamalkan ibadah agar bisa masuk surga. Pemuda pertama berjanji tidak akan pernah menikah selama hidupnya, pemuda kedua tidak akan pernah tidur agar bisa melakukan ibadah terus, dan pemuda ketiga akan berpuasa setiap hari. Mendengar ucapan ini, nabi-pun marah, dan mengatakan,”Saya adalah orang yang paling taqwa, dan saya menikah, tidur dan juga makan”.

Jadi, pola kehidupan haruslah diselaraskan dengan apa-apa yang dicontohkan rosul dengan baik dan benar. Berhati-hati dengan rayuan syetan yang senantiasa menggiring manusia kepada kebiasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani, sekalipun mereka masuk ke suatu lubang.

2. Perlu Membangun Rasa Rindu pada Surga

Belajar dari kisah para sahabat, sering kali mereka mengajukan pertanyaan kepada nabi yang bunyinya, “Beritahu kami amalan yang dapat memasukkan ke surga?”. Mereka sangatlah merindukan surga. Pola kehidupannya dibangun dengan amalan-amalan yang dapat memasukkan diri ke surga.

Rosulpun kelihatan sekali membangkitkan rasa rindu surga di kalangan para sahabat, dengan memberikan beberapa amalan yang menjadikan pelakunya masuk surga, misalnya Beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukan-Nya, melakukan sholat, zakat, puasa romadhan serta menjaga silaturahmi. Pastikan makanan dan minuman halal , banyak bergaul dengan orang sholeh, duduk di majelis ilmu, membiasakan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran, serta memperbanyak istigfar.

3. Konsisten dan Komitmen

Prinsip beribadah di dalam agam islam, bukanlah sekali beramal, namun haruslah dilakukan dengan konsisten atau terus menerus. Meskipun nilai ibadah kecil namun dilakukan dengan konsisten akan lebih baik dibandingkan ibadah yang nilainya besar namun dilakukan sekali. Sedikit tapi terus menerus.

Sekian dari postingan dari saya… semoga teman teman terinspirasi dengan postingan kali ini….

Pos ini dipublikasikan di Religi dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Menapaki Jalan Menuju Surga

  1. Asop berkata:

    Maap lahir batin juga ya.🙂

    Moga tahun depan kita masih diberi kesempatan bertemu bulan ramadhan lagi..🙂 Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s